Web

Jadwal Tepat Waktu Dalam Rekayasa Kebutuhan Aplikasi Web

Ilustrasi Waktu (sumber foto: www.vectorstock.com)

Ilustrasi Waktu (sumber foto: http://www.vectorstock.com)

“Aplikasi web akan tersedia secara online pada tanggal 1 Oktober 2013”. Ya, bagaimana tanggapan developer web jika mereka dikejar deadline untuk penyelesaian aplikasi web pada tanggal yang disebutkan tadi.

Rekayasa kebutuhan pada aplikasi web memberikan developer berupa gambaran dimana mereka harus membutuhkan untuk perencanaan pada aplikasi web. Setelah perencanaan dengan klien, maka ada pula persyaratan yang harus dipenuhi oleh developer yang diminta oleh klien.

Persyaratan semisal “Aplikasi web akan tersedia secara online pada tanggal 1 Oktober 2013” menjelaskan properti yang harus dipenuhi atau jasa yang akan disediakan oleh sistem. Persyaratan tersebut dapat dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:

  • Kondisi atau kemampuan yang dibutuhkan oleh klien untuk memecahkan masalah atau mencapai suatu tujuan
  • Kondisi atau kemampuan yang harus dipenuhi dan dimiliki oleh sistem sesuai kontrak, standar, spesifikasi yang disepakati oleh klien
  • Representasi didokumentasi dari kondisi atau kemampuan

Kategori dalam rekayasa kebutuhan itu terbagi menjadi fungsional yang artinya teknis, kemampuan dan layanan yang disesuaikan sistem. Sedangkan non fungsional itu menggambarkan tingkat kualitas yang diinginkan.

Banyak pembuatan aplikasi web yang bersifat proyek design-to-schedule, dimana semua aktifitas keputusan harus memenuhi suatu deadline proyek yang telah ditetapkan oleh developer dan klien. Negosisasi dan penentuan prioritas menjadi sangat krusial pada keadaan selesainya aplikasi web.

Standard
Web

Mengenal Rekayasa Web (Web Engineering)

Rekayasa Web atau dikenal dengan istilah Web Engineering, jika kita mendengar dan membaca rekayasa web pasti dipikiran kita apakah dia sama dengan Rekayasa Perangkat Lunak?

Rekayasa Web (atau Web Engineering) dapat dikatakan sebagai salah satu cabang independen dari rekayasa perangkat lunak (software engineering). Engineering secara umum berarti aplikasi praktis dari saing untuk dunia komersil atau industri dengan tujuan agar perancangan aplikasi menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan lebih aman.

Rekayasa Web merupakan versi teradaptasi dari pendekatan rekayasa perangkat lunak. Rekayasa web ini menawarkan pendekatan yang cepat, meski demikian menawarkan kerangka kerja yang terdisiplin untuk mengembangkan sistem-sistem dan aplikasi-aplikasi berbasis Web yang berkualitas industri [1].

Ketika developer web masih berpikir tidak perlu perancangan formal dalam membuat aplikasi web, maka hal ini tidak bisa dikatakan salah. Memang dengan perancangan biasa saja atau malah tidak memiliki perancangan pun bisa membuat aplikasi web, tetapi itu untuk aplikasi web yang relatif sederhana. Bagaimana ketika membuat aplikasi web yang isinya itu ratusan bahkan ribuan yang penting untuk keberhasilan sebuah bisnis organisasi/perusahaan, maka perancangan pada aplikasi web tersebut tidak bisa dianggap remeh dan itu diperlukan.

Realita dari perkembangan aplikasi-aplikasi web di atas mengarah pada pendekatan yang diajukan oleh Nielsen yaitu “idealisme rekayasa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang kelak akan dihadapi oleh para pelanggan.” Rekayasa web mengadopsi filosofi ini dan sesungguhnya ada banyak pendekatan yang tidak terlalu rinci untuk perancangan aplikasi-aplikasi web yang memungkinkan para pengembang untuk mencapainya.

Rekayasa web sendiri mempunyai pengertian sebagai usaha perancangan untuk aplikasi-aplikasi web yang pada dasarnya memerlukan aktivitas-aktivitas teknis dan nonteknis yang di dalamnya mencakup beberapa hal yang penting yaitu: penetapan tampilan aplikasi-aplikasi web, pembuatan rancangan estetika antar muka pengguna, pendefinisian struktur arsitektur aplikasi web secara keseluruhan, pengembangan isi dan fungsionalitas yang berada dalam arsitektur aplikasi web dan perencanaan navigasi yang ada di dalam suatu aplikasi web. Perancangan pada dasarnya merupakan aktivitas rekayasa yang memungkinkan terbentuknya produk yang berkualitas tinggi.

Siapa yang melakukan rekayasa web? Yang melakukan ini adalah rekayasawan-rekayasawan web, perancang-perancang grafis, pengembang-pengembang isi, serta para stakeholder lainnya ikut berperan serta dalam pembuatan model-model perancangan aplikasi-aplikasi web.

Ada 6 langkah utama dalam perancangan aplikasi web yang semuanya dikendalikan oleh informasi yang diperoleh melalui pemodelan spesifikasi-spesifikasi kebutuhan.

perancangan

6 langkah utama dalam perancangan web

Suatu model perancangan yang memuat di dalamnya isi, estetika, arsitektur, antarmuka, navigasi, dan permasalahan-permasalahan perancangan pada peringkat komponen, merupakan produk kerja utama yang dihasilkan selama perancangan aplikasi-aplikasi web dilaksanakan.

Aplikasi Web (Web Application/Web App) berbeda dari software lain karena hal-hal dibawah ini:

  • Network Intensive. Sifat dasar dari WebApp (aplikasi web) adalah aplikasi ini ditujukan untuk berada di jaringan dan memenuhi kebutuhan komunitas yang berbeda.
  • Content-Driven. Sebagian besar fungsi dari WebApp adalah untuk menyajikan informasi dalam bentuk teks, grafik, audio, dan video ke end-user.
  • Continuous Evolution. Selalu berkembang secara terus-menerus.
  • Document-oriented. Halaman-halaman situs yang statis akan tetap ada sekalipun sudah ada pemrograman web dengan Java atau yang lain.

Selain itu aplikasi web memiliki karakteristik seperti berikut ini:

  • Immediacy. Diperlukan segera untuk memenuhi ditayangkan, dipasarkan dalam waktu singkat.
  • Security. Untuk melindungi isi yang sensitif dan menyediakan pengiriman data yang aman, keamanan suatu aplikasi web harus diterapkan pada seluruh infrastruktur yang mendukung aplikasi web dan termasuk dalam aplikasi web sendiri.
  • Aesthetics. Daya tarik utama aplikasi web adalah tampilan dan keindahan. Jika aplikasi web digunakan untuk memasarkan suatu produk maka sisi aestetika harus diperhatikan sebagaimana sisi teknis.

Rekayasa web sangat penting, mengapa? Dengan perancangan dan produk-produk kerja yang dihasilkannya memungkinkan kita untuk membuat suatu model yang dapat dinilai kualitasnya dan dapat diperbaiki sebelum isi dan kode dibentuk, sebelum pengujian-pengujian dilakukan, dan sebelum para pengguna akhir yang berjumlah besar terlibat. Perancangan adalah tempat dimana kualitas aplikasi-aplikasi web ditentukan.

[1] Pressman, R., and D. Lowe, Web Engineering: A Practitioner`s Approach, McGraw-Hill, 2008

Pressman, R. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi (Edisi 7, Buku Satu), Penerbit Andi, 2010

Proboyekti, Umi. Rekayasa Web Untuk Rekayasa Perangkat Lunak TI UKDW.

Standard